Dilema dalam Sosialiassi Pencegahan HIV / AIDS dan Narkoba.

  • Admin Kesrasetda
  • 20 Pebruari 2019
  • Dibaca: 364 Pengunjung

 

HIV-AIDS dapat menjangkit siapa saja yang  menunjukan bahwa ibu rumah tangga dan lelaki seks dengn lelaki menjadi penyumbang terbesar terhadap angka temuan sepanjang 2018. sekitar 140 dan 2018 ,105 temuan," 

Dalam penanganan pencegahan HIV-AIDS, Bahasan menegaskan ada dilema sebetulnya didalam batin. Dapat kita umpakan dan contohkan ada hal yang bertentangan sebetulnya, seperti menyiapkan alat kontrasepsi  di titik-titik tertentu atau tempat-tempat pekerja seks komersial, kemudian tempat-tempat kebugaran atau di hotel-hotel yang ada.

 "Dilemanya, kadang pemberian kondom ini upaya pencegahan, tapi seolah-olah kita melegalkan prostitusi atau penggunaan narkoba disediakan jarum suntik.

 Sekarang penularan HIV-AIDS AIDS dari segala arah, termasuklah dalam keluarga yang sebelumnya mereka aman aman saja.Bahasan mencontohkan, penyediaan jarum suntik di sebetulnya ada dilema tersendiri. Sisi lainnya mencegah HIV-AIDS dan sisi lain seolah pemerintah mendukung penggunaan narkoba.

 Selain para PSK dan pengguna narkoba, Bahasan banyak anak-anak di bawah umur yang banyak terjangkit HIV /AIDS ini, banyak diantaranya  mereka pecandu narkoba. Terus karena untuk membeli narkoba sulitsecara keuangan tidak ada, akhirnya mereka datang ke Lokalisasi untuk menukar badannya (hubungan seksual)dengan sabu tersebut. Jadi dari situ juga ada penularan ke yang lain.

Penulis @goesdeasta

Share Post :