21985 / 21446
kesrasetda@bulelengkab.go.id
Bagian Kesejahteraan Rakyat

TAHUKAH KITA, BAPER IDENTIK DENGAN MENTAL YANG BURUK

Admin kesrasetda | 15 Februari 2022 | 14987 kali

Tekanan dan Tuntutan dalam menghadapi kehidupan dimasa sulit dan susah seperti sekarang tentunya pada situasi Pandemi Covid – 19 yang berlangsung hampir 3 tahun lamanya, sehingga jika bercermin dari situasi ini tidak dapat dipungkiri banyak diantara kita yang mengalami dampak ekonomi, moral dan perasaaan yang tidak menentu dimana mampu menjadi sebuah awal dalam hal negatif bersifat sensitif yaitu BAPER.

 

Perlu kita ketahui bersama BAPER yang kita bahas ini tidak lepas dari bahasa Pergaulan masa kini, dimana kata Baper ini berasal dari Singkatan Bawa Perasaan / Kebawa Perasaan yang bisa kita artikan dari sebuah suasana / Rasa/ Kejadian / tekanan yang timbul yang terpengaruh karena menyentuh hati sesorang, hanya saja dalam hal ini banyak yang berpengaruh Negatif dikarenakan memiliki mental yang Buruk

 

Baper dalam mental yang buruk kita dapati diantaranya dari orang yang mudah Marah, orang yang mudah sekali tersinggung, orang yang mudah terpengaruh oleh keadaan yang dimana dapat kita hadapi dengan Jiwa besar dan Bijaksana, sehingga mampu mengendalikan emosi, marah serta persaaan yang merugikan diri sendiri / orang lain yang mampu tetap dalam keadaan denganperasaan yang tidak terbebani hingga menjadi bahagia batin dan jasmani jauh dari rasa benci dan dendam berlebih.



Menurut Ahli Psikologi (www.alodokter.com/kesehatan-mental) Mental yang buruk / Gangguan mental dapat menyebabkan komplikasi serius, baik pada fisik, emosi, maupun perilaku. Bahkan, satu gangguan mental yang tidak diatasi bisa memicu gangguan mental lainnya. Beberapa komplikasi yang bisa muncul adalah:

Perasaan tidak bahagia dalam hidup.

Konflik dengan anggota keluarga.

Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.

Terasing dari kehidupan sosial.

Kecanduan rokok, alkohol, atau NAPZA.

Keinginan untuk bunuh diri dan mencelakai orang lain.

Terjerat masalah hukum dan keuangan.

Rentan sakit akibat sistem kekebalan tubuh menurun.



Tidak semua gangguan mental dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan gangguan mental, yaitu:

Tetap berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.

Berbagilah dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah.

Lakukan olahraga rutin, makan teratur, dan kelola stres dengan baik.

Tidur dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap harinya.

Coba latihan untuk menenangkan pikiran dan relaksasi, misalnya dengan meditasi dan yoga

Jangan merokok dan menggunakan NAPZA.

Batasi konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein.

Konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dosis dan aturan pakai.

Segera ke dokter atau psikolog untuk menjalani skrining awal kesehatan mental, atau bila muncul gejala gangguan mental.



Baper juga dapat kita pahami sebagai Perasaan yang ditimbulkan dalam sebuah kejadian, tekanan hingga situasi yang dapat mempengaruhi perasaan dalam pembentukan sesorang. Melihat dari semua itu Baper dapat kita simpulkan sebagai sebuah perasaan yang berlebihan yang tentunya memberikan harapan tapi belum tentu juga mendapat balasan yang mampu membuat kita sering merasa kecewa, sehingga timbulah perasaan tidak terima, Kecewa hingga menjadi pribadi yang dapat dikatakan berkatagori orang yang bermental Buruk / Lemah.


 Mengenal Istilah Baper, Ketahui Alasan Seseorang Mudah Terbawa Perasaan
https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-istilah-baper-ketahu-alasan-seseorang-mudah-terbawa-perasaan-kln.html

Tidak Mengenali Tujuan Diri Sendiri
Terlalu Mencintai Sesuatu
Terlalu Menanggapi Tindakan Seseorang Secara Pribadi

Jika Anda sering mendapatkan perkataan atau istilah baper dari teman, bisa jadi Anda adalah seseorang yang belum mengenali tujuan diri dengan baik. Dalam hal ini, orang yang belum mengerti dan mengenali dengan baik tujuan diri sendiri, akan cenderung mendasarkan diri pada contoh orang lain.

Artinya, Anda akan melihat orang lain sebagai rujukan untuk dicontoh. Dengan begitu, secara tidak langsung akan mengharapkan hasil spesifik sama seperti yang orang lain lakukan.

Padahal setiap orang mempunyai kemampuan masing-masing yang tidak bisa disamakan begitu saja. Sehingga ketika Anda melakukan sesuatu berdasarkan yang orang lain lakukan, kemudian ternyata hasil yang didapat tidak sesuai maka secara otomatis akan merasa baper atau terbawa perasaan yang ada.

Dengan begitu, sebaiknya setiap orang termasuk Anda harus mengetahui tujuan diri dengan baik, melakukan segala sesuatu berdasarkan kemampuan diri dan capaian diri yang ingin dicapai secara mandiri bukan seperti orang lain. Selain itu, hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Terima bahwa setiap orang berbeda dan itu menjadi suatu hal yang wajar


Alasan lain yang membuat diri Anda sering dicap dengan istilah baper tidak lain karena faktor terlalu mencintai sesuatu secara berlebihan. Dalam hal ini, banyak orang yang masih menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain.


Alasan seseorang sering mengalami dan mendapatkan istilah baper adalah karena terlalu menanggapi suatu hal atau tindakan seseorang secara pribadi. Di sini, Anda akan mudah merasa baper ketika terlalu mengambil hati dari tindakan atau sikap yang seseorang lakukan.

Dengan begitu, sebaiknya usahakan untuk tetap tenang dalam menghadapi atau menerima berbagai macam perlakukan dari orang lain. Anda bisa memberikan kesadaran penuh pada kondisi tersebut, sehingga otak tidak dikontrol dengan mudah oleh emosi yang timbul secara tiba-tiba. Jika dibiasakan, maka perasaan baper akan lebih mudah ditekan dan berkurang dengan sendirinya

 

Penyusun : Ida Bagus Korad Asta Permana.