Beranda/Berita/Pertemuan ADINKES Bali Bahas Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng
Pertemuan ADINKES Bali Bahas Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng
Admin kesrasetda | 11 September 2026 | 17 kali
Buleleng, Jumat, 11 September 2026 — Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Provinsi Bali melaksanakan pertemuan di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Jumat (11/9/2026). Pertemuan ini membahas penguatan upaya pencegahan dan eliminasi Tuberkulosis (TBC), termasuk pentingnya pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program RSSH ATM Provinsi Bali, Ibu Tri Indarti, S.KM. Dalam pemaparannya, disampaikan materi mengenai Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Hingga saat ini, Desa dan Kelurahan Siaga TBC belum terbentuk di Kabupaten Buleleng sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan komitmen bersama dalam upaya percepatan pembentukannya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dengan topik “Eliminasi TBC di Indonesia”. Pemaparan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas program dalam mendukung target eliminasi TBC.
Selanjutnya, Kepala Bidang pada Bappeda Kabupaten Buleleng menyampaikan materi terkait penganggaran melalui APBD sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program pencegahan dan pengendalian TBC.
Dalam kegiatan tersebut, Kasubag Kesejahteraan Sosial, Ni Nyoman Neli, S.E., M.AP., hadir mewakili Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Buleleng dan mengikuti seluruh rangkaian pertemuan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pembahasan bersama untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam memperkuat koordinasi, dukungan penganggaran, serta mendorong terbentuknya Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng.
Melalui pertemuan ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, sektor kesehatan, perencana pembangunan, serta pemangku kepentingan lainnya sehingga upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, dan pengendalian TBC dapat dilaksanakan secara lebih terpadu menuju eliminasi TBC di Kabupaten Buleleng