Pelatihan Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Buleleng Tahun 2026
Admin kesrasetda | 27 Agustus 2026 | 1 kali
Singaraja, Rabu, 27 Agustus 2026 — Pelatihan Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Buleleng Tahun 2026 memasuki hari kedua sekaligus pertemuan terakhir. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Unit IV Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ini diikuti oleh 50 peserta dengan menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi dan bidang keahlian.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pengecekan kehadiran peserta. Seluruh peserta pelatihan hadir lengkap untuk mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola UKS/M dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Materi pertama disampaikan oleh Made Suciasih, S.Ag. dari Kementerian Agama Kabupaten Buleleng mengenai UKS Berdasarkan Konsep Tri Hita Karana. Dalam pemaparannya, dijelaskan konsep kesejahteraan dan keharmonisan melalui tiga aspek utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam penyelenggaraan program UKS/M.
Selanjutnya, Rai Gunawan, S.Farm., Apt., M.H.Kes. dari Loka POM Kabupaten Buleleng menyampaikan materi mengenai Keamanan Pangan dan Kantin Sehat. Materi membahas kebijakan sekolah dalam membudayakan keamanan pangan, persyaratan pangan yang dijual di kantin sekolah, higienitas dan sanitasi pengolahan makanan, hingga standar pengelolaan kantin sehat sesuai ketentuan yang berlaku.
Materi ketiga disampaikan oleh Indri Hartanevia, S.Psi., Psikolog, C.H., C.Ht. dengan tema Peran Guru Secara Psikologis pada Peserta Didik, Lebih dari Sekadar P3K. Materi ini menekankan pentingnya mewujudkan UKS sebagai ruang yang aman bagi kesehatan mental siswa. Guru memiliki peran dan tanggung jawab dalam memahami kondisi psikologis peserta didik, memberikan dukungan terhadap kesehatan mental, serta menerapkan pendekatan yang tepat dalam membina kepribadian dan kesejahteraan emosional anak di lingkungan sekolah.
Berikutnya, Luh Putu Anggreni selaku Pemerhati UKS menyampaikan materi Manajemen Sekolah Sehat. Pengelolaan dan pelaksanaan program UKS/M dijelaskan sebagai suatu proses yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkesinambungan. Keberhasilan program Manajemen Sekolah Sehat memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga orang tua, serta dukungan dan kerja sama lintas sektor.
Materi kelima disampaikan oleh Luh Putu Desi Udayani, S.Si., M.Si. bersama Ketut Budiasa dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng dengan materi Sanitasi, Pengelolaan Sampah, dan Praktik Pembuatan Eco Enzim. Peserta memperoleh pemahaman mengenai standar sanitasi lingkungan sekolah, sistem pemilahan dan pengelolaan sampah yang benar, serta mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzim dari limbah kulit buah sebagai bahan pembersih alami yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.
Pada sesi terakhir, I.B. Some Putra selaku Pemerhati UKS menyampaikan materi mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta diarahkan untuk mengisi, menyusun, dan membahas rencana tindak lanjut pelaksanaan UKS/M yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. RTL diharapkan menjadi pedoman agar seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan hari kedua sekaligus pertemuan terakhir berlangsung tertib dan lancar sesuai jadwal. Secara keseluruhan, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar UKS/M, keamanan pangan, kesehatan mental peserta didik, manajemen sekolah sehat, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Pelatihan secara resmi ditutup oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengelola UKS/M mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pengelolaan UKS di satuan pendidikan masing-masing.
Pelaksanaan pelatihan yang memadukan materi teori dan praktik diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mewujudkan sekolah dan madrasah yang sehat. Rencana tindak lanjut yang telah disusun juga akan menjadi salah satu dasar untuk melakukan evaluasi terhadap keberhasilan pelaksanaan program UKS/M pascapelatihan.
#KesraBuleleng #UKSM #SekolahSehat #KabupatenBuleleng #Buleleng
Singaraja, Rabu, 27 Agustus 2026 — Pelatihan Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Buleleng Tahun 2026 memasuki hari kedua sekaligus pertemuan terakhir. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Unit IV Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ini diikuti oleh 50 peserta dengan menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi dan bidang keahlian.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pengecekan kehadiran peserta. Seluruh peserta pelatihan hadir lengkap untuk mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola UKS/M dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Materi pertama disampaikan oleh Made Suciasih,
S.Ag. dari Kementerian Agama Kabupaten Buleleng mengenai UKS Berdasarkan Konsep Tri Hita Karana. Dalam pemaparannya, dijelaskan konsep kesejahteraan dan keharmonisan melalui tiga aspek utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam penyelenggaraan program UKS/M.
Selanjutnya, Rai Gunawan, S.Farm., Apt., M.H.Kes. dari Loka POM Kabupaten Buleleng menyampaikan materi mengenai Keamanan Pangan dan Kantin Sehat. Materi membahas kebijakan sekolah dalam membudayakan keamanan pangan, persyaratan pangan yang dijual di kantin sekolah, higienitas dan sanitasi pengolahan makanan, hingga standar pengelolaan kantin sehat sesuai ketentuan yang berlaku.
Materi ketiga disampaikan oleh Indri Hartanevia, S.Psi., Psikolog, C.H.,
C.Ht. dengan tema Peran Guru Secara Psikologis pada Peserta Didik, Lebih dari Sekadar P3K. Materi ini menekankan pentingnya mewujudkan UKS sebagai ruang yang aman bagi kesehatan mental siswa. Guru memiliki peran dan tanggung jawab dalam memahami kondisi psikologis peserta didik, memberikan dukungan terhadap kesehatan mental, serta menerapkan pendekatan yang tepat dalam membina kepribadian dan kesejahteraan emosional anak di lingkungan sekolah.
Berikutnya, Luh Putu Anggreni selaku Pemerhati UKS menyampaikan materi Manajemen Sekolah Sehat. Pengelolaan dan pelaksanaan program UKS/M dijelaskan sebagai suatu proses yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkesinambungan. Keberhasilan program Manajemen Sekolah Sehat memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga orang tua, serta dukungan dan kerja sama lintas sektor.
Materi kelima disampaikan oleh Luh Putu Desi Udayani,
S.Si.,
M.Si. bersama Ketut Budiasa dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng dengan materi Sanitasi, Pengelolaan Sampah, dan Praktik Pembuatan Eco Enzim. Peserta memperoleh pemahaman mengenai standar sanitasi lingkungan sekolah, sistem pemilahan dan pengelolaan sampah yang benar, serta mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzim dari limbah kulit buah sebagai bahan pembersih alami yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.
Pada sesi terakhir, I.B. Some Putra selaku Pemerhati UKS menyampaikan materi mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta diarahkan untuk mengisi, menyusun, dan membahas rencana tindak lanjut pelaksanaan UKS/M yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. RTL diharapkan menjadi pedoman agar seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan hari kedua sekaligus pertemuan terakhir berlangsung tertib dan lancar sesuai jadwal. Secara keseluruhan, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar UKS/M, keamanan pangan, kesehatan mental peserta didik, manajemen sekolah sehat, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Pelatihan secara resmi ditutup oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengelola UKS/M mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pengelolaan UKS di satuan pendidikan masing-masing.
Pelaksanaan pelatihan yang memadukan materi teori dan praktik diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mewujudkan sekolah dan madrasah yang sehat. Rencana tindak lanjut yang telah disusun juga akan menjadi salah satu dasar untuk melakukan evaluasi terhadap keberhasilan pelaksanaan program UKS/M pascapelatihan.
S.Ag.C.Ht.S.Si.M.Si.