21985 / 21446
kesrasetda@bulelengkab.go.id
Bagian Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah Kabupaten Buleleng Gelar Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mepedudusan Agung di Kawasan Titik Nol Singa Ambara Raja

Admin kesrasetda | 29 Juli 2026 | 66 kali

Rabu, 29 Juli 2026 — Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mepedudusan Agung di Kawasan Titik Nol Singa Ambara Raja beserta kawasan sekitarnya.
Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata dari Griya Taman Aswameda Asram, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari Griya Dalem Satria Cili Ularan, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana dari Griya Taman Sri Amerta, Desa Pemaron, serta Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda dari Griya Santhi Paramita Perak, Buleleng, yang bertugas sebagai pemuput di Pura Qurastana Singaraja.
Pelaksanaan upacara menggunakan tingkat upacara Panca Kelud dengan Nyatur Mabebangkit dan Rsi Gana, yang dilaksanakan secara serentak di beberapa lokasi, yakni Kawasan Titik Nol Singa Ambara Raja, Palemahan Kangin, Kantor Bupati Buleleng, Palemahan Kauh, Pura Qurastana, Gedung Laksmi Graha, Galeri Singaraja, Kantor BPKPD Kabupaten Buleleng, serta Rumah Jabatan Bupati Buleleng.
Puncak karya dihadiri oleh Bupati Buleleng beserta Ibu, Wakil Bupati Buleleng beserta Ibu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng beserta Ibu, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Penglingsir Puri Buleleng, jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng, pimpinan Perumda Kabupaten Buleleng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, jajaran BUMD Kabupaten Buleleng, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Buleleng, Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng, para Kelian Desa Adat se-Kabupaten Buleleng, serta para pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Suasana upacara semakin khidmat dengan ngaturang ngayah megambel yang dipersembahkan oleh Sekaa Gong Istri WHDI Gita Santi Jagatnatha Singaraja dan Sekaa Gong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng. Selain itu, turut dipentaskan wewalen oleh Sekaa Topeng Nong Nong Kling sebagai bagian dari persembahan seni budaya yang mengiringi jalannya puncak karya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Buleleng turut mengumumkan hasil sayembara penamaan kawasan Titik Nol. Berdasarkan hasil penilaian, nama "Praja Mandala Singa Ambara Raja" ditetapkan sebagai nama baru kawasan tersebut, yang diharapkan menjadi identitas kawasan bersejarah sekaligus mencerminkan nilai budaya, pemerintahan, dan jati diri Kabupaten Buleleng.
Pelaksanaan puncak karya ini menjadi wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon kerahayuan, keselamatan, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja beserta seluruh kawasan yang diempon, sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Kabupaten Buleleng.